Aku terbangun dengan rasa yang sama seperti hari kemarin. Pagi ini, aku menikmati sepotong bayangmu dengan secangkir rindu hangat yang menggebu. Bawah sadarku dihantui bayangmu semalaman. Kau tau, itu sangat menakutkan. Aku menyadari, ketika aku rela bertemu denganmu, pun aku harus merelakan jarak yang lahir disana. Karena bertemu denganmu adalah awal perpisahan bagiku. Tapi, satu hal yang perlu kau tau. Tatkala kau terbangun di awal pagi. Kau akan temukan namamu di penghujung pengabdian pada Tuhanku. Kau tau, kau begitu istimewa bagiku. Dan pagi ini, di atas tanah pertiwi yang diselimuti rerumputan tua yang dipeluk embun pagi. Aku proklamirkan rinduku padamu. Tepat di pagi yang sendu. Bersama rinduku yang syahdu. Ttd. Penikmat bayangmu.
Apapun rinduku, ini urusanku. Bagaimana pun balas darimu, itu takdirku.