Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Jenuh

Jadi, bagaimana aku bisa meniadakan luka jika masih harus duduk manis di sini? Jujur saja, muak menjadi dorongan paling dahsyat setelah lelah untuk pergi dari sini. Mencoba ke lain, tapi Tuhan punya jalan sendiri untuk ku. Untuk kali ini, aku memohon. Berikan kesempatan untuk pergi. Kepada apapun yang bisa menyampaikan pesan ini pada Tuhan.  Ku sampaikan terima kasih.

New Life

Seperti seseorang berucap padaku melalui tulisannya pada sore itu, bahwa sekarang adalah saat dimana Tuhan tengah menghabiskan jatah gagalku. Menikmati kegagalan juga bagian kemenangan, karena aku telah berhasil mengalahkan egoisme diri. Itu sudah cukup baik. Sekarang belajar kembali.