Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Satu Maret

Dua puluh hari lagi aku ada di sini. Sudah hampir habis masaku untuk mencoba lagi dan lagi. Tidak ada lagi yang akan berubah. Sekarang sudah lebih baik. Keadaan sudah siap. Pendukungku pun sudah sedia untuk menonton drama luka. Membeli tiket dari cerita-cerita lalu. Tetapi, kenapa kau berubah? Pemain utama drama ini menjadi si bawang putih. Menjadi sinar penuh hangat, sesuatu yang dari dulu aku rindu. Tatap mata itu sangat bersahabat. Ini baik? Cukup baik, tapi menakutkan. Aku hanya takut tatap mata itu kembali setajam dulu, kala tau pengkhianatan sudah siap menerjang. Aku takut ramah sikap itu hanya pencitraan yang ingin aku lihat. Aku sangat takut, cerah langit hari ini tak bertahan lama. Jangan kembali seperti yang lalu, tetaplah hangat seperti ini. Meski bukan untukku, tetaplah hangat. Tetaplah menjadi kamu. Di balik tatap itu, aku memohon. Agar pementasan drama ini tetap berlanjut. Dengan gejolak rindu-rindu seperti lalu. Aku memohon lagi. Tetaplah m...