"Hai hanny, apakabarmu?"
"Hanny, aku rindu padamu. Balas pesanku..."
"Sebentar lagi akan libur panjang, biasalah menjelang Ujian Nasional kelas 3 kami diliburkan. Apakah kau mau memberikan sebagian waktumu untuk berlibur bersamaku?"
"Hanny, masih ingatkah kau padaku?"
"Hannnyyyyyyy apakah kau merindukanku, untuk saat ini?"
"Hannnyyyyyyy apakah kau merindukanku, untuk saat ini?"
"HANNY! BALAS CHATKU!!!!!"
Berkali-kali ku kirimkan chat padanya, berharap ada satu jawaban dari penantian panjangku. Tetapi, harapan itu hanya berakhir menjadi sebuah penantian semata.
Ku tatap dalam-dalam laptop yang telah mengeluarkan rasa panas dari mesin-mesin kecilnya. Laptop yang mungkin telah bosan aku pandang sejak empat jam yang lalu.
Dan sepertinya kau tak mengingatku lagi. Sepertinya memang benar adanya, kau telah melupakanku, bahagia bersama para malaikat Tuhan disana. Mungkin kau telah rela meninggalkan ku disini, tetapi tidak denganku.
Ku utarakan rasa rindu ini bersama sakit ditinggalkanmu, Hanny.
Sahabat perjuanganku, yang telah rela membagi sedikit waktunya hanya untukku. Ya, aku. Hanya perempuan yang menjelma seperti pria. Atau sebaliknya, pria yang menjelma menjadi perempuan.. Entahlah, tetapi inilah aku. Ari.
Sebenarnya namaku Arintia. But, alangkah imutnya diriku dipanggil dengan nama "Tia" ataupun "Arin". Pasalnya aku memang tak se-fiminin namaku.
Aku merindukan sahabatku.
Sahabatku yang telah rela meninggalkan ku, bersama kebencian yang menggunung.
Kepada seseorang yang menghantarkan Hanny lebih dekat pada ajalnya.
Tak perlu ku sebutkan namanya.
Mengingatnya hanya membuatku semakin memuncarkan kebencianku pada NYA !
Masih tersimpan di memory otakku yang tak seberapa ini, saat Hanny berpesan padaku untuk menjaga kekasihnya. Kata-kata itu tak terlalu ku acuhkan, pasalnya Hanny tipikal orang yang melankolis dan sangat penyayang. So, dia tak rela melihat sosok terdekatnya terluka ataupun melukainya,.
yayaya... lupakani itu.
Pesan terakhir yang disampaikan Hanny itu tak akan aku laksanakan.
Aku membenci DIA yang sangat disayang oleh Hanny.
Sebenarnya, jutaan pesan yang disampaikan Hanny padaku. Mulai dari mengubahkan sikap ku yang terlalu lelaki, mengganti sepatu lusuhku yang telah menjadi bulukan, merubah tata dandanku dan sikapku terhadap pria. Dan masih banyak lagi.
Itu semua akan ku lakukan, akan ku laksanakan. Meski pun ini membuatku melawan arus kehidupan yang telah lama aku rangkai. But, demi SAHABATKU apapun akan ku lakukan.
Dan dengarlah sahabatku yang tlah bahagia bersama pada malaikat penjaga surga. Aku akan menyimpan banyak kenangan manis saat kita bersama. Saat-saat yang tak akan bisa dibeli dengan uang. Saat-saat berharga yang pada kenyataannya tak akan pernah bisa diputar kembali.
-Dari seseorang yang setia menunggu balasan chatmu. Dari sosok yang merindukanmu. Arintia-
Komentar
Posting Komentar