Langsung ke konten utama

Happy Mother's Day

Assalamualaiku. Wr. Wb.

Selamat pagi, siang, sore dan malam, tergantung kalian sempat membaca posting satu ini. Sepertinya posting-an kali ini telah dilakukan Dan saya awali dengan "Selamat Hari Ibu untuk seluruh perempuan hebat di Indonesia. Mereka insan indah nan perkasa dengan segala kasih sayang di hidupnya, tercurahkan hanya untuk anak dan suaminya. Wanita yang rela membawaku kemana pun saat masih dalam kandungan, selama 9 bulan 10 hari pun tak pernah tercurah keluh maupun kesahmu. Tak cukuplah kata-kata ku untuk membandingkan segala apapun  yang telah kau relakan untukku. Namun, i love you more,"

Peringatan Hari Ibu ditetapkan pada tanggal 22 Desember 2013, diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 136 tahun 1953. Bertujuan untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. So, kini kita mengetahui alasan di tetapkannya Hari Ibu. However, we can now see for yourself. Hari Ibu dijadikan hari untuk memberi hadiah kepada Ibu untuk menyatakan rasa cinta kasih seorang anak. Namun, bukan itu tujuan utamanya. Mencurahkan isi hati dapat dilakukan ditiap harinya. Entah dalam bentuk hanya kata-kata di saat pagi, ataupun bingkisan mungkil namun berkesan.

Well, jangan jadikan Hari Ibu sebagai hari sakral, hari penting dimana kita harus memberi sesuatu kepada ibu. Karena ibu tidak pernah meminta apapun dari anak kesayangannya, hanya dengan perhatiaan seorang anak pun sudah lebih dari cukup. Sekian.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku selalu berdoa atas rinduku.

Selesainya pertemuan dengan klien hari ini, aku sempatkan untuk tak menuju langsung ke apartemen. Di persimpangan Square Mall, aku sengaja untuk belok ke kiri menuju taman yang menyimpan cerita kita. Mungkin tepatnya menjadi saksi bisu kebahagiaan dan kesedihan yang kita buat. Aku duduk di bangku panjang yang dulu sering kita singgahi selagi menunggu senja tenggelam bersama gelap. Bangku yang dulu berwarna putih bersih, kini menjadi kecoklatan karena dihujani air langit setiap sorenya. Bulan ini telah memasuki bulan penghujan, wangi tanah liat basah mengharum dari telapak kaki.  Di sini aku mencoba mengulang semua cerita lama kita, hingga tak terasa rintik hujan dan tumpahnya air mataku bersama mengalir membanjiri wajah. Butuh waktu untuk melupakan sosok yang telah mewarnai sebagian hidup seseorang. Memang untuk mulai mencintainya tak butuh waktu lama, ketika menjalani hidup bersama dengan sosok itu waktu yang bergulir pun tak terasa telah jauh melangkah. Ketika saatnya jarak y...

Sabar. Satu per satu - Kale

12 Januari 2020. 22.40. Sampai di depan rumah setelah bertemu dua teman ketika kuliah. Sudah cukup lama rupanya hiatus dari pertemuan seperti ini. Seperti sekarang aku memulai menulis lagi. Kikuk ketika mengawali pertemuan tadi. Seperti pada umumnya, bertemu kabar dan kerja dimana sekarang? Mencari tempat makan siang, karena tadi sampai di PI sekitar pukul 2 siang. Lapar. Ayo makan ! Mengunyah sembari bercerita. Tidak ku kira aku menemukan sosok yang sama sepertiku dalam menghadapi problematika hidup. Fyi, tahun ini aku menuju 24 tahun. Sudah cukup tua untuk memulai pembicaraan tentang masa depan, apa yang akan kamu lakukan, goals apa saja yang sudah dicapai. Sungguh terlambat. Tapi tidak terlalu jika mau berusaha. Benar kan? 2 jam di meja makan, pembicaraan mengalur menuju satu arah yang sama. Menyenangkan rupanya. Mereka, inga dan yeyen. Kami berada pada circle yang sama. Mencari jawaban kenapa aku masih seperti ini? Kenapa mimpi-mimpi belum mencapai garis finish? Pada...
Silahkan mainkan peranmu, tak apa aku hanya duduk manis di kursi penonton deretan terakhir. Memperhatikanmu dalam diam, lalu ku sunggingkan senyum pahit. Biarkan aku hanya melihat-melihat tanpa andil di sana. Aku hanya ingin melihat sandirawa-mu saja, sekadar ingin tahu peran apa yang akan kau lakoni kali ini. Nanti, setelah ini berakhir aku tau betapa kejinya dirimu dan aku akan memainkan lakonku lebih baik darimu.