Hujan memang menyimpan serangkaian cerita tersendiri untuk penikmatnya. Mengumpat karena terlambat bekerja karena turun hujan, adapula yang semakin melingkar manja di atas tempat tidur selama hujan turun. Aroma kopi menguap ke udara ketika menyusuri jalan mangkunegara. Di seberang jalan sekumpulan anak kecil dengan seragam merah putih sedang berlarian kecil menghindari diri dari hujan. Sebagian dari mereka menikmati sekali, sengaja berjalan begitu lamban agar seragamnya kehujanan.
Pengendara motor pun lebih memilih berteduh di pinggiran toko ataupun halte bus. Langit semakin lama meredupkan cahaya matahari, mendung kelabu menyelimuti kota Palembang kali ini. Dingin yang menusuk hingga tulang, sekalipun tubuh sudah didekap dengan jaket tebal. Ada yang menghabiskan waktu menunggu hujan dengan bercerita, ada pula yang memilih untuk duduk di kedai kopi pinggiran jalan. Ketika hujan turun, lahirlah ojek payung. Anak-anak kecil yang mencari upah untuk jajannya.
Aku suka hujan. Meski membuat kota Palembang hari ini seperti kota penghujan, aku tetap suka. Meski buatku terpaksa sedikit terlambat ujian di kampus, aku tetap suka. Meski membuatku harus berperang dengan rasa kantuk ku sendiri, aku tetap suka.
Komentar
Posting Komentar